Bahaya Kehamilan Dini, Picu Stres Hingga Hipertensi

Pernikahan awal masih jadi momok mencemaskan buat Indonesia. Data Global Childhood Report 2019 temukan jika 12,8 % anak Indonesia terjebak pernikahan awal. Ini pasti menyebabkan beberapa efek negatif pada badan anak baik dengan psikis atau fisik.



Undang-undang di Indonesia sudah memutuskan batasan umur menikah pada lelaki yakni 19 tahun serta wanita yakni 16 tahun. Tetapi, umur itu kelihatannya belum dapat mempunyai kematangan dengan fisik serta psikis.

"Saat wanita telah haid, memang rahimnya bisa untuk hamil tetapi untuk siap hamil semestinya waktu umur 25-35 tahun sebab dengan organ badan serta psikis telah masak. Kematangan emosi harus pas waktu hamil," tutur Dokter Spesialis Kandungan serta Kebidanan, Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG (K) dalam jumpa media SGM Bunda di Jakarta.

Hamil di umur awal pasti bukan suatu yang tanpa ada efek. Karena, kematangan psikis memang diperlukan oleh beberapa wanita supaya waktu hamil bisa memberikan rasa nyaman pada janinnya.

"Hamil yang tidak disiapkan dapat pacu depresi. Jika ibu depresi, condong keluarkan hormon kortisol yang menyebabkan anak jadi temperamen," tuturnya.

Tidak hanya kematangan dengan mental, beberapa calon ibu butuh menyiapkan kesehatan tubuhnya. Nutrisi yang kurang atau berlebihan selama saat kehamilan dapat beresiko buat kesehatan ibu serta janin.

"Efek pre eklampsia (hipertensi) pasti ada saat wanita tidak menyiapkan kehamilannya. Ditambah berat tubuh yang tidak baik dapat beresiko membuat bayi lahir kecil atau besar," tuturnya. (nda)