Panduan untuk Orang-tua Supaya Beberapa anak Tidak Cemas Sesudah Gempa

Gempa magnitudo (M) 6,9 yang berpusat di Banten tterasa di Jakarta serta beberapa kota yang lain di Pulau Jawa tidak cuma jadi perhatian orang dewasa dan juga beberapa anak. Kabar berita tentang gempa atau bahkan juga rasakan langsung bagaimana efek gempa ini dapat membuat anak, khususnya yang berumur balita, jadi takut serta cemas.



Disini Anda jadi orang-tua bertindak dalam memberi anak pemahaman tentang gempa atau musibah alam yang lain. "Walau ini bisa menjadi percakapan yang susah, ini penting serta tidak ada langkah yang salah atau benar waktu bicara dengan beberapa anak tentang hal yang mengerikan atau ironis," tutur David Fassler, M.D., profesor klinis bagian psikiatri di Kampus Vermont.

Di bawah ini cara-cara yang dapat dikerjakan orang-tua waktu ajak beberapa anak bicara masalah musibah gempa:

1. Waktu anak mulai berumur 7-8 tahun, anak bisa pahami jika apa yang ditontonnya di tv itu insiden riil. Untuk beberapa anak yang masih berumur cukup muda, seperti umur balita, berita-berita yang cukup spektakuler, seperti musibah gempa, dapat membuat mereka merasakan, momen itu dapat berlangsung pada mereka. Anak yang lihat berita satu rumah rusak sebab gempa bisa tidak dapat tidur sebab pikirkan apa tempat tinggalnya aman serta tidak terserang musibah sama. Oleh karenanya beri anak pandangan jika musibah alam bukan momen yang dapat dihadapi tiap hari serta peluang momen itu berlangsung sangat-sangat kecil.

2. Semestinya Anda jangan tunjukkan kecemasan atau ketakutan di muka anak waktu lihat gempa yang berlangsung baik saat memandangnya dengan cara langsung atau lewat kabar berita di tv. Saat Anda depresi atau takut ini akan memengaruhi anak. Ia dapat rasakan hal sama seperti Anda. Masih kelihatan tenang atau 'cool' ialah kuncinya. Kalaulah Anda memberi reaksi pada berita itu, upayakan memiliki bentuk positif seperti memberitahu bagaimana Anda serta anak bisa memberi pertolongan untuk korban gempa.

3. Untuk menentramkan anak dari rasa kekhawatirannya sesudah melihat berita, orang-tua harus siap-siap diri mengemukakan hal yang sebenarnya. Tetapi fakta yang dikatakan itu semestinya hanya yang anak perlu tahu. Kuncinya ialah jujur serta menolong anak merasakan aman. Orang-tua tak perlu sampai begitu detil melewati apa sebagai minat serta pandangan anak.

4. Orang-tua semestinya menolong anak untuk mengutarakan apa sebagai kekhawatirannya. Membantu mereka untuk menangani kecemasan itu. Dengan jadi pendengarnya, itu bisa jadi langkah yang ampuh untuk membuat lebih tenang.

5. Orang-tua butuh memperhatikan tontonan anak. Jangan pernah mereka terkena berita mengerikan sering. Kalaulah memang anak 'terpaksa' melihat tv yang menyiarkan musibah atau hal jelek, yakinkan Anda berada di dengannya untuk menjawab keingintahuan dari apa yang dilihatnya.