Unik Cakades Dari 3 Desa Pilkades Serentak di Pangandaran Ini Harus Ikuti Psikotes


Pikades serentak di Pangandaran akan dilakukan secara bersamaan pada tanggal 30 November mendatang. Kabupaten Pangandara nmemiliki 69 desa, dari 69 desa tersebut 3 diantaranya memiliki jumlah calon kepala desa atau disingkat Cakades lebih dari lima orang yang mendaftar.



Cakades 3 Desa harus ikut psikotes untuk Pilkades Serentak di Pangandaran

Unit pegawai Kasi Penataan Desa Dinas Sosial, Bagian Pemberdayaan Masayarkat dan Desa di Kabupaten Pangandaran menyampaikan bahwasanya aturan untuk calon kades tidak boleh lebih dari lima orang, jika pada praktek pelaksanaannya jumlah Cakades yang mendaftar lebih dari lima maka perlu diadakannya psikotes guna mencari lima Cakades terbaik yang bisa maju ke pemilihan.

Psikotes akan dilaksanakan di kampus UIN Bandung pada tanggal 13 bulan November tahun 2019. Dengan biaya psikotes sepenuhnya menjadi tanggung jawab bakal calon kepala desa.

Untuk biayanya sendiri sebesar 2 juta rupiah terdiri dari biaya tes 1,8 juta dan biaya admin dua ratus ribu. Tiga desa yang direncanakan untuk melaksanakan psikotes bagi bakal calon kepala desa yaitu Desa Maruyungsari di Kecamatan Padaheran, Desa Bangunjaya di Kecamatan Langkaplancar dan Desa Sindangjaya di Kecamatan Mangunjaya.

Hasil dari psikotes akan diumumkan pada tanggal 18 Bulan November. Sedangkan untuk pelaksanaan kampanye akan dilakukan mulai tanggal 22-24 November 2019. Waktu kampanye yang diberikan oleh panitia Pikades memang hanya sebentar yaitu 3 hari saja sesuai dengan peraturan yang berlaku. Masa kampanye yang singkat juga memiliki tujuan supaya setelahnya pada tanggal 25-29 November menjadi hari tenang.

Tambahan untuk masa kampanye, calon kepala desa tidak diperbolehkan untuk menggerakkan masa untuk turun ke jalan. Kampanye yang diperbolehkan berupa pertemuan yang berguna untuk memaparkan visi, misi dan program kerja dari Cakades yang bersangkutan.

Adanya tiga desa yang bakal calon kadesnya harus melewati psikotes ini merupakan suatu yang langka terjadi. Pilkades serentak di Pangandaran sudah menelan biaya mencapai 1,9 miliyar rupiah dikutip dari harapanrakyat.com. Nominal ini terhitung besar namun jumlah ini adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh 68 desa yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Sosialisasi pilkades Serentak di Pangandaran telah dilaksanakan serentak di tiap kecamatan menyampaikan beberapa poin penting dari aturan Pilkades serentak yang perlu diketahui oleh pengawas desa. Syarat menjadi pengawas desa dalam Pilkades adalah orang yang netral. Ujar TjomiSeketarisDinsos PMD di Kabupaten Pangandaran.

Tjomi juga menyampaikan pesan untuk Cakadesincumbent untuk tidak menggunakan fasilitas yang ada di desa untuk kepentingan kampanye. Pesan ini dirasa wajar disampaikan mengingat bahwasanya 70% dari Cakades yang ada merupakan calon incumbent.

Kepanitiaan dalam Pilkades juga menjadi poin yang ditekankan oleh SeketarisDinsos PMD ini. Kepanitiaan harus transparan dibentuk dari mulai proses persiapan sampai pelaksanaan. Harapan dari pelaksanaan Pilkades adalah diterapkannya asas pemilu yaitu Jurdil jujur, rahasia dan adil serta lancar dan nyaman.

Demi mendukung terciptanya Pikades yang aman, nyaman dan Jurdil ini phak dari Muspika telah berkoordinasi dengan jajaran TNI, BPD di masing-masing desa dan Polri untuk melakukan pengawasan kegiatan Pilkades mulai dari masa kampanye yaitu tanggal 22 sampai tanggal 24 November sampai di hari H pilkades serentak di Pangandaran pada 30 November 2019 mendatang.

3 desa yang akan mengikuti psikotes bagi bakal calon kades yaitu Desa Maruyungsaridi Kecamatan Pangandaran. Jumlah bakal calon kepala desa di Desa Maruyungsari sebanyak 6 orang dan nantinya dari hasil tes pada 13 November akan ada 1 bakal calon kades yang gugur. Pengguguran bakal calon kepala desa ini juga berlaku untuk Desa Bangunjaya di Kecamatan Langkaplancar dan Desa Sindangjaya di Kecamatan Mangunjaya.

Pengguguran bakal calon kepala desa menjadi 5 tergantung dengan nilai hasil psikotes yang dilakukan. 5 terbaik akan maju menjadi calon kepala desa dan bisa mengikuti Pilkades dan tahapan selanjutnya. Dari banyaknya bakal cakades pada pilkades serentak di Pangandaran sebagian besar masih berasal dari calon incumbent, sehingga perlu adanya warning untuk tidak menggunakan fasilitas desa demi kepentingan pribadi.