Sindrom Mallory Weiss-Penyebab dan Cara Mengatasi


Sindrom mallory weiss (MWS) merupakan suatu kondisi ketika terjadi robekkan yang dapat disebabkan oleh beragam sebab sehingga terjadi batuk dan mual secara berlebihan dan terjadi secara berulang dnegan waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut yakni cedera atau luka ada selaput lendir atau lapisan dalam yang terdapat di dalam keorngkongan (esofagus) berbatasan langsung dengan lambung (gaster). Terjadinya robekkan dapat dipicu oleh berbagai hal yang menyebabkan terjadinya batuk dan muntah berpenjangan dan berulang. Terjadinya kondisi tersebut menimbulkan gerakan atau tekanan pada perut hingga mengalami luka atau cedera.





Penyebab terjadinya sindrom mallory weiss

Secara umum, sindrom mallory weiss disebabkan oleh suatu kondisi yang memberikan tekanan pada saluran pencernaan bagian atas mengalami peningkatan. Kondisi tersebut seperti muntah yang terjadi secara terus menerus dan berlangsung lama. Seseorang dapat mengalami muntah dikarenakan banyak hal, seperti salah mengonsumsi makanan, kebiasaan merokok, dan mengonsumsi alkohol. Faktor lainnya yang juga menyebabkan seseorang mengalami sindrom tersebut adalah usia. Berikut ini beberapa penyebab seseorang mengalami sindrom tersebut:

  1. Terjadi trauma pada perut atau dada
  2. Terjadi veguka secra berkepanjangan dan berat
  3. Terjadi batuk hebat
  4. Mengangkat beban yang berat
  5. Mengalami penyakit pencernaan, seperti: gastritis (radang selaput lambung), obstruksi saluran keluar lambung
  6. Perut mendorong diafragma atau hiatal hernia
  7. Mengalami kejang
  8. Jika terjadi pada perempuan saat proses melahirkan (hiperemesis gravidarum) ditandai dengan terjadinya muntah dan mual selama masa kehamilan
  9. Konsumsi obat-obat anti-inflamasi no-steroid atau penggunaan aspirin
  10. Seseorang yang sedang menjalani kemoterapi karena penyakir kanker. Teerjadinya sindrom ini merupakan komplikasi dari kemoterapi.

Dilansir dari sehatq.com, secar umum, sindrom mallory weiss lebih banyak menyerang jenis kelamin laki-laki jika dibandingkan dnegan perempuan.  kisaran usia yang berpeluang tinggi mengalami sindrom tersebut yakni seseorang yang berusia 40 sampai 60 tahun. Akan tetapi dalam beberapa kasus juga dapat terajdi pada anak-anak.

Cara mengatasi sindrom mallory weiss

Sindrom mallory weiss menyebabkan terjadinya perdarahan dalam yang dapat berhenti secara alamiah dalam waktu 48 jam. Perlu dilakukan perawatan apabila robekkan yang terjadi parah dan perdarahan tidak kunjung berhenti. Berikut ini pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom mallory weiss:

  1. Endoskopi, cara ini dilakukan untuk mengatasi robekan yang terjadi pada saluran pencernaan bagian atas dan menghentikan terjadinya perdarahan. Cara kerjanya yakni obat akan didinjeksikan (skleroterapi) atau arus listrik.
  2. Pemberian obat-obatan, cara ini dilakukan untuk menurunkan kadar asam yang diprodukdi lambung dan untuk mengendalikan terjadinya mual dan muntah, obat yang digunakan seperti famotidine atau lansoprazole.
  3. Cairan, cara kerja pemberian cairan dpaat melalui infus ketika seseorang mengalami kekurangan cairan (dehidrasi)  atau kekurangan darah.
  4. Transfusi darah, cara ini dilakukan ketika seseorang mengalami kehilangan banyak darah
  5. Dilakukan pembedahan secara laparoskopi, cara ini dilakukan untuk memperbaiki robekan yang terjadi sehingga perdarahan dapat dihentikan. Cara kerjanya yakni menjahit robekan tersebut. 

Setelah melakukan cara-cara tersebut, hal terpenting yang harus diperhatikan yaitu pembiasaan untuk hidup sehat dengan menghindari kebiasaan mengonsumsi alkohol dan merokok, dan kebiasaan lainnya yang menimbulkan terjadinya muntah dan batuk berulang.

Nah, demikian informasi mengenai penyebab dan cara mengatasi sindrom mallory weiss. Jika anda memerluka informasi lebih terkait sindrom tersebut, anda dapat mengaksesnya pada laman https://www.klikdokter.com/penyakit/sindrom-mallory-weiss